Penelitian Evaluatif

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Diantara sekian banyak penelitian, model penelitian evaluatif merupakan salah satu diantara model penelitian yang cukup popular dikalangan para peneliti. Penelitian ini lebih dikenal sebagai penelitian program. Penelitian evaluative difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses, ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi ataupun lembaga.
Penelitian evaluative dalam pendidikan sangat diperlukan untuk memperbaiki mutu kinerja lembaga pendidikan, sistem dari pendidikan dan program-program yang akan dilaksanakan atau program yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Untuk itu kita perlu mengkaji dan memahami penelitian evaluatif lebih lanjut, terkait dengan tujuan, manfaat, serta prosedur yang benar dalam penelitian evaluatif.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian penelitian evaluatif dan pendidikan yang terintegritas?
2.      Apa ciri-ciri dan Jenis Penelitian Evaluatif?
3.      Apa saja Ruang Lingkup Penelitian Evaluatif Dalam Pendidikan?
4.      Bagaimana Prosedur Penelitian Evaluatif?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian evaluatif dan Pendidikan yang terintegritas
2.      Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri dan jenis Penelitian Evaluatif
3.      Untuk mengetahui rang lingkup penelitian evaluatif dalam pendidikan
4.      Utnuk mengetahui bagaimana prosedur penelitian evaluatif

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penelitian Evaluatif dan Pendidikan yang Terintegritas
Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya merupakan pelaksanaan dari suatu rencana. Jadi yang dimaksud dengan penelitian evaluatif  adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi.
Seiring dengan definisi tersebut, Suchman mendefinisikan penelitian evaluatif merupakan penentuan hasil yang diperoleh dengan beberapa kegiatan yang dibuat untuk memperoleh suatu tujuan tentang nilai atau performance. Dalam desain penelitian evaluatif, peneliti harus membuat desain pertanyaan yang nantinya dapat menjawab berbagai aspek evaluasi. Penelitian evaluatif merupakan suatu desain atau prosedur dalam mengumpulkan dan menganalisis data secara sistematik untuk menentukan manfaat dari suatu praktik pendidikan.[1]
Pendidikan yang terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran.Dengan demikian, kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku.[2]
B.     Ciri-ciri dan Jenis Penelitian Evaluatif
CIRI – CIRI PENELITIAN EVALUATIF

Penelitian evaluatif bukan sekedar melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Sejalan dengan makna tersebut, penelitian evaluatif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a.       Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku           bagi penelitian ilmiah pada umumnya.
b.      Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti berpikir sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi.
c.       Agar dapat mengetahui secara rinci kondisi dan objek yang dievaluasi, perlu adanya identifikasi komponen yang berkedudukan sebagai factor penentu bagi keberhasilan program.
d.      Menggunakan standar, kriteria, dan tolok ukur yang jelas untuk setiap indikator yang dievaluasi agar dapat diketahui dengan cermat keunggulan dan kelemahan program.
e.       Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagian mana dari program yang belum terlaksana, perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi sub komponen, dan sampai pada indikator dan program yang dievaluasi.
f.       Dari hasil penelitian harus dapat disusun sebuah rekomendasi secara rinci dan akurat sehingga dapat ditentukan tindak lanjut secara tepat.
g.      Kesimpulan atau hasil penelitian digunakan sebagai masukan/ rekomendasi bagi kebijakan atau rencana program yang telah ditentukan. Dengan kata lain, dalam melakukan kegiatan evaluasi program, peneliti harus berkiblat pada tujuan program kegiatan sebagai standar, criteria, atau tolak ukur.

Jenis Penelitian Evaluatif
Ada dua tipe utama dari penelitian evaluatif yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
         1.      Evaluasi formatif lebih diarahkan pada mengevaluasi proses dan ditujukan untuk  menyempurnakan atau memperbaiki atau menyempurnakan program. Contoh dalam praktik pembelajaran adalah pelaksanaan ulangan harian atau ujian blok.
        2.      Evaluasi sumatif lebih diarahkan pada mengevaluasi hasil, untuk menilai apakah program cukup efektif dan        efisien sehingga diperoleh kesimpulan program tersebut dilanjutkan atau dihentikan.[3]

C.    Ruang Lingkup Penelitian Evaluatif Dalam Pendidikan
Penelitian evaluatif biasanya dilakukan untuk mengkaji suatu program baru yang akan diterapkan oleh suatu lembaga. Penelitian evaluatif dalam pendidikan dapat dilakukan dalam beberapa bidang, diantaranya:
1.      Kurikulum, yang mencakup desain, implementasi, evaluasi kurikulum, material kurikulum yang berupa buku teks, modul, paket, perangkat keras, film, video, audio, program televisi, program pengajaran dengan computer, internet, dan lain-lain. Sumber belajar: perpustakaan, laboratorium, workshop.
2.      Program pendidikan seperti pencegahan putus sekolah, remedial, akselerasi, bahasa, sains, sains sosial, matematika, dan lain-lain.
3.      Pembelajaran seperti kontekstual, eksperiensial, terpadu, inkuiri
4.      Pendidik yang mencakup guru, konselor, administrator
5.      Siswa, yang meliputi kepribadian, kecerdasan, sikap, minat, bakat, motivasi, kesehatan, kebiasaan belajar, kelompok sebaya, penyimpangan-penyimpangan perilaku
6.      Organisasi, yang meliputi sekolah dasar, menengah, pendidikan tinggi, pendidikan umum, kejuruan, pendidikan khusus, pendidikan keagamaan
7.      Manajemen, seperti personil, sarana prasarana, biaya, partisipasi masyarakat, ekstrakurikuler, kurikulum[4]

D.    Prosedur Penelitian Evaluatif
Suatu penelitian evaluatif memerlukan suatu prosedur untuk mengefektifkan program penelitian evaluatif tersebut. Prosedur penelitian evaluatif tersebut antara lain;
1.      Peneliti mengadakan pengkajian terhadap buku-buku, lapangan, menggali informasi dari para pakar untuk memperoleh gambaran tentang permasalahan yang akan diteliti.
2.      Peneliti merumuskan problematika penelitian dalam bentuk pertanyaan penelitian setelah terlebih dahulu mengkaji lagi sumber-sumber yang relevan untuk memperoleh ketajaman problematika.
3.      Peneliti menyusun proposal penelitian dengan mencantumkan latar belakang masalah, alasan mengadakan penelitian, problematika, tujuan, hipotesis (disretai dengan dukungan teori dan penemuan-penemuan penelitian), metodologi penelitian yang mumuat subjek penelitian (populasi dan sampel dengan rincian besarnya sampel, teknik sampling dan siapa sampel penelitiannya), instrument pengumpulan data dan teknik analisis data.
4.      Peneliti mengatur perencanaan penelitian, menyusun instrumen, menyiapkan kancah penelitian dan melaksanakan uji coba instrumen.
5.      Peksanan penelitian dalam bentuk yang disesuaikan dengan model penelitian yang telah dipilih. Dalam penelitian evaluasi penelitian mungkin mengambil model eksperimen murni (jika persyaratan-persyaratan terpenuhi) atau model eksperimen pura-pura. Dalam hal ini penelitian berfikir bahwa dalam mengevaluasi program difikirkan mesti ada sesuatu yang dilaksanakan. Penelitian mengukur tingkat keberhasilan perilaku yang dilaksanakan dalam program yang dievaluasi. Dalam hal ini penelitian telah mengkaji rencana pengelola program mengenainsasaran yang dikehendakisesudah perlakuan diberikan. Dengan kata lain pelaksanaan penelitian evaluasi sudah menyiapkan tolak ukur.
6.      Peneliti mengumpulkan data dari instrumen yang telah disusun berdasarkan rincian komponen (komponen-komponen) yang akan dievaluasi.
7.      Menganalisis data yang terkumpul dengan mengetrapkan tolak ukur yang telah dirumuskan oleh peneliti sesuai denga tujuan yang ditetapkan oleh pengelola program.
8.      Menyimpulkan hasil penelitian berdasarkan atas gambaran tentang sejauh mana data sesuai dengan tolak ukur.
9.       Informasi mengenai hasil penelitian evaluasi disampaikan kepada pengelola program atau pihak yang minta bantuan kepada peneliti evaluasi. Informasi tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi tindak lanjut program yang dievaluasi.[5]





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
penelitian evaluatif  adalah penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi.

Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Ada dua tipe utama dari penelitian evaluatif yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
B.     Saran
Demikian lah makalah ini kami buat, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan demi untuk kesempurnaan pembuatan makalah-makalah yang selanjutnya.









DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT. Asti Mahasatya, cet. Ke-10, 2009)
Syaodih Sukmadinata, Metode Penlitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, cet. Ke-6, 2010
http://afiatindo.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-pendidikan-karakter-secara.html











[2] http://afiatindo.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-pendidikan-karakter-secara.html

[4] Syaodih Sukmadinata, Metode Penlitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, cet. Ke-6, 2010), hlm. 124

[5] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: PT. Asti Mahasatya, cet. Ke-10, 2009), hal: 227-228

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Usaha Keripik Terong

IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI MELALUI REVOLUSI MENTAL BIROKRASI SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PEMERINTAHAN BERKELAS DUNIA